Senin, 19 Juli 2010

Alphabetical of Personnal Winning

Accept : Terimalah diri anda sebagaimana adanya.
---------------------------------------------------------------
Believe : Percayalah terhadap diri anda sendiri
---------------------------------------------------------------
Care : Pedulilah pada kemampuan, meraih yang anda inginkan.
---------------------------------------------------------------
Direct : Arahkan pikiran positif meningkatkan kepercayaan diri.
---------------------------------------------------------------
Earn : Terimalah penghargaan yang diberi orang lain.
---------------------------------------------------------------
Face : Hadapi masalah dengan benar dan yakin.
---------------------------------------------------------------
Go : Berangkatlah dari kebenaran.
---------------------------------------------------------------
Homework : Pekerjaan rumah sangat penting tuk pengumpulan info.
---------------------------------------------------------------
Ignore : Abaikan celaan yang menghalangi anda mencapai tujuan.
---------------------------------------------------------------
Jealausly : Rasa iri buat anda tidak menghargai kemampuan diri.
---------------------------------------------------------------
Keep : Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal.
---------------------------------------------------------------
Learn : Belajar dari kesalahan dan berusaha jadi terbaik.
---------------------------------------------------------------
Mind : Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip.
---------------------------------------------------------------
Never : Jangan terlibat hal-hal maksiat.
---------------------------------------------------------------
Observe : Amati, perhatikan hal di sekeliling dan orang lain.
---------------------------------------------------------------
Patience : Sabar adalah kekuatan dan motivasi yang kuat.
---------------------------------------------------------------
Question : Pertanyaan perlu untuk mencari jawaban yang benar.
---------------------------------------------------------------
Respect : Hargai diri sendiri dan juga orang lain.
---------------------------------------------------------------
Self : Percaya diri dan harga diri membebaskan rasa tegang.
---------------------------------------------------------------
Take : Bertanggung jawab pada setiap tindakan anda.
---------------------------------------------------------------
Understand : Pahami bahwa hidup itu naik turun, anda pemenang.
---------------------------------------------------------------
Value : Nilai diri sendiri dan orang lain,jadilah yang terbaik
---------------------------------------------------------------
Work : Bekerja dengan giat, jangan lupa berdo'a.
---------------------------------------------------------------
X'tra : Usaha lebih keras membawa keberhasilan.
---------------------------------------------------------------
You : Anda dapat membuat suatu yang berbeda.
---------------------------------------------------------------
Zero : Usaha nol membawa hasil nol pula.

Minggu, 18 Juli 2010

Valentine Day’s = Kemusyrikan

Tanggal 14 februari menjadi hari yang istimewa bagi sebagian kawula muda. Perayaan hari yang biasa disebut dengan Valentine’s Day itu terasa semakin meriah dan semarak. Tempat-tempat hiburan, hotel, plaza dan lokasi keramaian yang lain dihiasai dengan warna pink atau merah jambu. Tidak ketinggalan hampir semua layar kaca (televisi) pun semarak dengan warna itu. Tentunya bukan tanpa tujuan. Dengan ikut serta merayakan hari yang banyak mengundang para remaja ini akan meraup keuntungan yang besar. Berbeda dengan anak-anak usia (remaja) menyambut gembira menjelang datangnya hari kasih sayang itu, para orang tua justru timbul rasa khawatir. Terutama orang tua muslim yang mempunyai putra-putri ABG (anak baru gede). Sebab hari valentine sering dirayakan dengan berlebihan yang bermuaran pada syahwat dan pelampiasan hasrat birahi. Bahkan banyak anak gadis menjadikan hari huru-hara itu sebagai hari penyerahan “kegadisannya” kepada pemuda idamannya. Pergaulan bebas, pesta syahwat dam kesenangan tanpa batas serta pesta sabu-sabu kerap kali menyertai perayaan hari kasih sayang itu. Sebenarnya apa sih hari Valentine itu? Patutkah bila para remaja masjid dan pemuda muslim-muslimah ikut merayakannya? Dari sisi aqidah Islamiyah, perayaan ini menodai keimanan. Ditinjau dari sudut syari’at, mencederai rambu-rambu agama. Sebab didalamnya banyak terjadi pelanggaran terutama berkaitan dengan kebebasan hubungan antara laki-laki dan perempuan. Hari yang biasa disebut dengan hari kasih sayang ini bukan tradisi Islam, melainkan tradisi yang berasal dari paganisme (penyembah berhala). Karena itu tidak layak bila para pemuda Islam ikut merayakannya. Era Muslim Digest, edisi koleksi 5 ( 2 008:27-28 ) mengungkapkan sejarah Valentine Day’s. bahwa sejak ribuan tahun silam, bulan Februari oleh bangsa Romawi ditetapkan sebagai bulan cinta dan kesuburan. Bulan yang istimewa itu oleh mereka dirayakan. Perayaan berlangsung mulai tanggal 13 hingga tanggal 18 Februari. Dua hari yang pertama sebagai persembahan untuk Dewi Cinta, Juno Februata. Pada tanggal 13 Februari pendeta tertinggi pagan Romawi menghimpundan mempertemukan pemuda dan pemudi secara berpasangan. Malam 14 hingga malam 15 Februari seluruh pasangan merayakan hari kemaksiatan itu dengan hubungan cinta kasih tanpa ikatan perkawinan. Perayaan diteruskan dengan pemujaan kepada Dewa Lupercus, dengan ritual meminum anggur. Pada upacara puncaknya yang disebut dengan Lupercalian Festival diubah menjadi Valentine’s Day disertai dengan penyebaran mitos Santa Valentinus. Kaisar Konstantin tatkala menguasai Roma melanggengkan ritual pesta syahwat ini. Perkembangan berikutnya, melalui penulisan sejarah yang konspiratif oleh para intelektual Barat disebarkan ke seluruh dunia, sehingga semua orang mempercayai bahwa V’DAY merupakan hari yang sungguh-sungguh penting dan mesti dirayakan. Masihkah para remaja dan pemuda Islam tertarik untuk ikut merayakannya? (Majalah MIMBAR DEPAG, Februari 2009, Th. XXXIX).
Untuk itu kita sebagai umat Islam janganlah merayakannya, membantu melaksanakan merayakannya (menjual segala aksesorisnya), dan memberikan selamat. Jangan terjebak dengan berdalih kasih sayang namun akhirnya akan menjebak kita ke dalam kemusyrikan. Padahal di dalam ajaran Islam sudah ada ajaran tentang kasih sayang, bahkan lebih. Wahai saudaraku yang sudah terlanjur sadarlah dan yang akan merayakannya sebaiknya janganlah… SEMOGA BERMANFAAT...